Ketua KPU : Pemimpin Harus Berfikir Out Of The Box, Disampaikan Dalam Seminar dan Pelantikan Ormawa STIBA

PAMEKASAN- Seorang pemimpin di era millenial seperti saat ini haruslah berfikir out of the box, artinya bagaimana seorang pemimpin harus berfikir tajam dan kritis dalam upaya menjawab tantangan zaman, sehingga muncul ide dan gagasan-gagasan baru di luar kebiasaan, terutama dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pemimpin.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan, Mohammad Halili dalam acara Pelantikan Pengurus Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab (STIBA) Banyuanyar dan Seminar Kepemimpinan yang diselenggarakan STIBA di Mushalla Putri Pondok Pesantren Banyuanyar Palengaan Pamekasan, Minggu pagi, (9/2/2020).

Mr Hans, panggilan akrab komisionir asal Pakong itu, memaparkan secara luas berkaitan dengan kepemimpinan di hadapan peserta seminar yang bertema" Optimalisasi Kepemimpinan di Lembaga Kemahasiswaan di Era Millenial”, tersebut.

Menurutnya, kepemimpinan millenial merupakan respon atas tantangan yang dihadapi para pimpinan saat ini. Gaya kepemimpinan milenial menjadi favorit generasi milenial.

"Di era millenial ini, kita membutuhkan sosok pemimpin yang inspiratif, visionir, kreatif dan inovatif. Bertindak out of the box , komunikatif dan amanah". Paparnya.

Dalam kesempatan itu, Halili juga mengajak audiens berkunjung ke Rumah Pintar Pemilu (RPP) Arek Lancor yang ada di KPU Pamekasan. Sehingga, bisa mendapat tambahan pengetahuan proses memilih pemimpin sesuai undang-undang yang berlaku di Indonesia.

"Kalau kawan-kawan ingin menambah pengetahuan lebih mendalam tentang nilai-nilai demokrasi dan kepemiluan, silakan datang ke RPP KPU Pamekasan". Pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut KH.Moh.Syamsul Arifin, RKH.Hasbullah Syamsul Arifin selaku pengasuh Ponpes Banyuanyar,Khalil Asy'ary (mantan wabup Pamekasan), Dr.Zainuddin Syarif, (direktur Pasca Sarjana IAIN Madura), Abdullah Saidi (ketua Bawaslu Pamekasan) dan sejumlah dosen serta mahasiswa STIBA Banyuanyar Pamekasan. (hans/amr)